Archive

Archive for the ‘Edisi 2, Oktober 2008’ Category

Henry Ernes Dudeney (1857-1930)

July 2, 2010 1 comment

Ia berasal dari Inggris,  merupakan salah satu tokoh matematika rekreasi. Salah satu teka-teki darinya dikenal sebagai ‘haberdasher’s problem’ yaitu bagaimana memotong sebuah segitiga sama sisi menjadi empat potongan yang dapat disusun kembali membentuk sebuah persegi. Ia menyelesaikan teka-teki ini dengan membuat model yang dapat digantung.

Karya buku teka-teki yang terkenal dari Dudeney antara lain: the Canterbury Puzzles(1907), Amusement in Mathematics (1917), dan Modern Puzzles (1926) yang banyak memuat contoh-contoh yang dapat digunakan guru untuk membuat alat peraga. Setelah ia meninggal, masih ada karyanya yang diedit dan dipublikasi oleh istrinya, antara lain Puzzles and Curious Problems (1931) dan A Puzzle Mine. Salah satu teka-teki geometris dari Duneney: Joiner’s problem. Diberikan sebarang persegi dan segitiga samakaki siku-siku. Tujuan menggabung kedua bangun itu membentuk persegi yang lebih besar. Cara yang diperbolehkan adalah hanya cara pemotongan. Berikut gambar solusi dari Dudeney.

Advertisements

Rumus Tendangan Pinalti

July 2, 2010 2 comments

Euro 2008 baru saja usai, namun gema hingar bingarnya mungkin masih membekas. Asal tahu saja, baru pada event resmi sepakbola Euro 2008 ini, peran matematika-statistik begitu menonjol.


Namun dalam pesta Eropa yang meraup keuntungan paling besar itu, bahkan seluruh pemain diobservasi aktivitasnya. Kita jadi tahu, misalnya, pemain Belanda, Arjen Robben mampu berlari dengan kecepatan 30,89 km/jam atau 8,52 m /det.
Data-data tsb tentu ada manfaatnya. Dari data-data rekaman pertandingan pula, matematikawan Dr David Lewis dan koleganya dari Universitas John Moores di Liverpool berhasil meramu rumus “mujarab” untuk tendangan 12 pas. Mereka menganalisis tendangan pinalti yang pernah dilakukan tim Inggris di turnamen-turnamen besar sejak tahun 1962. Hasilnya rumus di bawah ini:

X = penempatan horizontal bola terhadap titik pusat gawang.
Y = penempatan vertikal bola terhadap tanah dasar rumput.
S = banyak langkah sebelum bola ditendang.
T = waktu antara meletakkan bola hingga bola ditendang.
I = waktu antara mulai bergeraknya penjaga gawang hingga bola ditendang.
B = posisi tendangan kaki.
V = kecepatan bola begitu ditendang.

Dengan rumusan tsb, Dr Lewis antara lain menyimpulkan kecepatan ideal tendangan adalah 25-29 m/detik, dan ancang-ancang 4-6 langkah sebelum bola ditendang.

Sumber :
Koran Tempo, edisi Sabtu, 21 Juni 2008, hal.B12
http://www.telegraph.co.uk/news/migrationtemp/1521993/Scientists-send-Eriksson-the-perfect-penalty-formula.html

Ciri-Ciri Seorang Problem Solver

Barangkali tujuan paling penting dari belajar matematika adalah menjadikan siswa seorang pemecahmasalah yang ulung. Matematika menyediakan banyak sisi yang mendorong orang lebih kritis, lebih cermat, lebih logis, lebih efisien, dan lebih tepat dalam mengambil keputusan (menyelesaikan masalah).
Ada banyak literatur dan pendapat mengenai ciri-ciri seorang pemecah masalah yang baik. Suydam (1980:36) telah menghimpun dan menyaring ciri-ciri pemecah masalah menjadi 10 ciri, sbb:
1. Mampu memahami istilah dan konsep (matematika).
2. Mampu mengenali keserupaan, perbedaan, dan analogi.
3. Mampu mengindentifikasi bagian yang penting serta mampu memilih prosedur dan data yang tepat.
4. Mampu mengenali detail yang tidak relevan.
5. Mampu memperkirakan dan menganalisis.
6. Mampu memvisualkan dan mengintepretasi fakta dan hubungan yang kuantitatif.
7. Mampu melakukan generalisasi dari beberapa contoh.
8. Mampu mengaitkan metode-metode dengan mudah.
9. Memiliki harga diri dan kepercayaan diri yang tinggi, dengan tetap memiliki hubungan baik dengan rekan-rekannya.
10. Tidak cemas terhadap ujian atau tes.

Sudahkah Anda meng-up grade kemampuan-kemampuan tsb di atas? Kenali pula pada diri siswa atau anak Anda!