Archive

Archive for the ‘Bigwig’ Category

Matematikawan Bulan Maret

Matematikawan yang lahir pada bulan Maret antara lain:

1.      Georg Ferdinand Ludwig Philipp Cantor.

Lahir 3 Maret 1845 di St Petersburg, Rusia. Cantor menemukan teori himpunan dan memperkenalkan konsep bilangan tak hingga serta bilangan Kardinal.

2.      Albert Einstein

Lahir 14 Maret (hari pi) tahun 1879 di Ulm, Wiirttemberg, Jerman. Teori umumnya tentang  relativitas dianggap sebagai model alam semesta yang paling memuaskan. Ia masih dianggap sebagai ilmuwan terbesar sepanjang masa.

3.      Jean Babtiste Joseph Fourier

Lahir 21 Maret 1768 di Auxerre, Bourgogne, Perancis. Dikenal lewat “deret Fourier”. Ia mempelajari teori konduksi  panas. Dia mengembangkan persamaan differensial parsial tentang difusi panas dan diselesaikan dengan menggunakan barisan fungsi trigonometri (deret Fourier).

4.      Pierre-Simon Laplace

Lahir 23 Maret 1749 di Beaumont-en-Auge, Normandy, Perancis.  Laplace membuktikan kestabilan tata surya.  Di dalam analisis Laplace memperkenalkan fungsi potensial dan koefisien Laplace.  Dia juga meletakkan teori probabilitas matematika pada pijakan suara.

5.      Rene Descartes

Lahir tanggal 31 Maret 1596 di La Haye, Touraine, Perancis.  Hasil karyanya adalah aplikasi aljabar pada geometri yang sekarang kita kenal sebagai geometri Kartesian.  [[spn]]

 

Sumber : MacTutor History of Mathematics, http://www-history.mcs.st-and.ac.uk/

Download RINGAN Edisi 18, Maret 2011

Categories: Bigwig, Edisi 18, Maret 2011

Al Khwarizmi

August 9, 2010 Leave a comment

Muhammad Musa Al Khwarizmi lahir di Khwarizm (Uzbekistan) dikenal sebagai Bapak Aljabar. Buku pertamanya berjudul al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala ditulis pada tahun 830. Buku ini dianggap sebagai naskah dasar dari aljabar modern. Buku ini menyajikan penyelesaian yang sempurna untuk persamaan polinomial hingga pangkat dua. Beliau memperkenalkan metode ‘pengurangan’ dan ‘keseimbangan’ dalam penyelesaian persamaan linear dan persamaan kuadrat.

Karya Al Khwarizmi dalam aritmetika menjadi sumber dalam mengenalkan angka Arab, berdasar sistem angka Hindu-Arab. Istilah “algoritma” diperoleh dari “algorism” , teknik aritmetika dengan angka Hindu-Arab yang dikembangkan oleh Al-Khwarizmi.

Dalam trigonometri, Al Khwarizmi membuat tabel fungsi trigonometri sinus dan kosinus, di samping juga membuat tabel pertama untuk tangen.  Beliau juga termasuk pelopor awal ‘spherical trigonometry’ (trigonometri bola).

Selain sumbangsihnya di bidang matematika, beliau juga banyak memberi peran dalam bidang astronomi, astrologi, dan geografi, (tt)

Sumber:http://en.wikipedia.org/wiki/ Muhammad_ibn_Mūsā_al-Khwārizmī.

Abu al Wafa Muhammad al Buzjani

Ilmu trigonometri melejit pesat sejak ditemukan formula yang melibatkan sinus, cosinus dan tangen. Dengan adanya formula tadi, banyak perhitungan geometri menjadi mudah dan efisien.  Definisi modern sinus dan cosinus diperkenalkan pertama kali oleh matematikawan muslim Abu al Wafa Muhammad al Buzjani pada tahun 964 Masehi alias 1.050 tahun silam. Kelak bersama matematikawan muslim lainnya yaitu Al Batani, beliau merumuskan formula tangens.

Al Wafa lahir tahun 940 Masehi di Buzjan, sekarang termasuk wilayah negara Iran. Kemudian beliau melanjutkan pendidikan ke Baghdad, Irak di tahun 959, dan akhirnya dikenal sebagai salah satu pakar matematika dan astronomi. Jasa al Wafa di bidang matematika geometri sangat besar. Beberapa kontribusinya antara lain menciptakan solusi bagi masalah geometri yang berhubungan dengan arah mata angin, merumuskan dan membuat solusi untuk formula geometri berbentuk segi delapan beraturan dan persamaan trigonometri segitiga dalam hubungannya dengan lingkaran.  Selain itu, ada dua karya monumental dari Wafa Muhammad al Buzjani, yaitu solusi dari persamaan geometri x4 = a dan x4 + a (x3) = b.  Juga penemuan bentuk penjumlahan sinus yaitu:  2 sin2 (a/2) – 1 = cos (a) dan sin (a) = 2 sin (a/2) cos (a/2).

Karya-karya Wafa Muhammad al Buzjani diabadikan dalam tiga buah buku utamanya yaitu Ilm al Hisab yang berisi konsep dasar teorema dan hitungan aritmatika, “Al Kamil” yang berisi formula-formula matematika, dan Ilm al Handsa yang berisi formula problem dan solusi dari geometri terapan. Ketiga buku tersebut sangat tebal, masing-masing sekira 800 halaman. Enam hingga sepuluh abad kemudian, bukunya menjadi rujukan para ahli astronomi dan geometri seperti Tycho Brache, Gauss dan Lobachevsky. (Spn)

Sumber:http://klipingut.wordpress.com/2008/01/01/wafa-muhammad-al-buzjani-mengilhami-alat-penentu-lokasi-gps/

Carl Friedrich Gauss

Johann Carl Friedrich Gauss (30 April 177723 Februari 1855) adalah matemati-kawan, astronom, dan fisikawan Jerman legendaris yang memberikan beragam kontribusi; ia dipandang sebagai salah satu matematikawan terbesar sepanjang masa selain Archimedes dan Isaac Newton.

Dilahirkan di Braunschweig, Jerman, saat umurnya belum genap 3 tahun, ia telah mampu mengoreksi kesalahan daftar gaji tukang batu ayahnya. Menurut sebuah cerita, pada umur 10 tahun, ia membuat gurunya terkagum-kagum dengan memberikan rumus untuk menghitung jumlah suatu deret aritmetika berupa penghitungan deret 1+2+3+…+100. Meski cerita ini diterima banyak orang, soal yang diberikan gurunya sebenarnya lebih sulit dari itu.

Gauss ialah ilmuwan dalam berbagai bidang: matematika, fisika, dan astronomi. Bidang analisis dan geometri menyumbang banyak sekali sumbangan-sumbangan pikiran Gauss dalam matematika. Kalkulus (termasuk limit) termasuk salah satu bidang analisis yang juga menarik perhatiannya. Gauss meninggal dunia di Göttingen.

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Carl_Friedrich_Gauss)

Henry Ernes Dudeney (1857-1930)

July 2, 2010 1 comment

Ia berasal dari Inggris,  merupakan salah satu tokoh matematika rekreasi. Salah satu teka-teki darinya dikenal sebagai ‘haberdasher’s problem’ yaitu bagaimana memotong sebuah segitiga sama sisi menjadi empat potongan yang dapat disusun kembali membentuk sebuah persegi. Ia menyelesaikan teka-teki ini dengan membuat model yang dapat digantung.

Karya buku teka-teki yang terkenal dari Dudeney antara lain: the Canterbury Puzzles(1907), Amusement in Mathematics (1917), dan Modern Puzzles (1926) yang banyak memuat contoh-contoh yang dapat digunakan guru untuk membuat alat peraga. Setelah ia meninggal, masih ada karyanya yang diedit dan dipublikasi oleh istrinya, antara lain Puzzles and Curious Problems (1931) dan A Puzzle Mine. Salah satu teka-teki geometris dari Duneney: Joiner’s problem. Diberikan sebarang persegi dan segitiga samakaki siku-siku. Tujuan menggabung kedua bangun itu membentuk persegi yang lebih besar. Cara yang diperbolehkan adalah hanya cara pemotongan. Berikut gambar solusi dari Dudeney.