Home > Classroom, Edisi 1, Juli 2008 > Pembelajaran Matematika Realistik

Pembelajaran Matematika Realistik

Pendidikan matematika realistik (realistic mathematics education) merupakan salah satu model pembelajaran matematika yang saat ini sedang banyak dibicarakan. Konsep yang berasal dari Belanda ini telah berkembang ke berbagai negara hingga ke Amerika Serikat (yang lebih dikenal dengan istilah ‘kontekstual’) maupun Indonesia.

Pembelajaran matematika yang realistik memiliki ciri pokok, yaitu adanya “matematisasi horizontal” yaitu proses dari konteks nyata (real) yang dinyatakan secara informal menuju konteks matematika (abstrak) yang dinyatakan secara formal,  dan “matematisasi vertikal” yaitu proses dari konteks matematika ke konteks matematika lain (yang lebih tinggi).  Oleh karena itu, ciri realistik juga adanya penggunaan “konteks nyata’ yaitu konteks yang dapat dipahami siswa (jadi, tidak selalu berarti masalah kehidupan sehari-hari, bisa juga permasalahan utak-atik balok, misalnya). Ciri ini kadang disebut didactical phenomenology.

Umumnya masalah nyata yang dikemukakan dapat ditangani dengan banyak cara sesuai dengan kemampuan dan gaya masing-masing siswa, sehingga ciri realistik selanjutnya adalah adanya strategi atau model penyelesaian siswa atau emergent model. Dan oleh karena tidak setiap siswa dapat memperoleh ide penyelesaian, maka perlu ada bimbingan guru, namun tetap dalam kerangka siswa yang menemukan sendiri. Inilah yang disebut karakteristik guided re-invention. Selanjutnya karena ciri-ciri pokok di atas, maka pada pembelajaran secara realistik akan ada keaktifan siswa dan keaktifan guru, adanya interaksi dan negosiasi.

Bagaimana implementasinya di Indonesia? Indonesia telah memulainya dengan program PMRI (Pendidikan Matematika Realistik). Masalahnya mungkin pada kebiasaan (habit) kita, dimana guru kurang bersabar untuk tidak show of force, kurang menerima perbedaan strategi, siswa kurang gigih berusaha, kekurangan sumber masalah yang berkonteks nyata, atau regulasi pendidikan yang memaksa guru bermain serba cepat & instan.Wah, kalo terus begini, tetapnya saja matematika itu makhluk asing, jauh dari alam kita, dan menjadi momok…  . Semoga tidak.

(sumardyono)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: